Rabu, 15 Mei 2013

FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo BERHASIL PISAHKAN BAYI KEMBAR SIAM FANIA-FENIA ASAL PONOROGO




Tim pusat pelayanan bayi kembar siam terpadu RS Dokter Soetomo Surabaya, yang diketuai  dokter Agus Haryanto berhasil memisahkan bayi kembar siam dempet dada perut  asal Ponorogo. Operasi yang berlangsung selama lebih dari sepuluh jam tersebut berlangsung lancar.

Semula Tim dokter mengatakan kondisi bayi kembar siam Fania Putri Aurora dan Fenia Putri Aurora pascaoperasi hingga Rabu (20/3), berangsur membaik. Keduanya kini ditempatkan di Gedung Bedah Pusat Terpadu RS Dokter Soetomo.

Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, juga  memberikan apresiasi serta ucapan  terima kasih kepada dokter, perawat dan tim lainnya yang bekerja secara tim untuk menyelematkan bayi kembar siam juga,  RSUD dr. Soetomo yang telah berhasil memisahkan 53 pasien bayi kembar siam selama ini. Prestasi ini paling besar jika dibandingkan dengan rumah sakit lainnya di Indonesia

Lebih lanjut dikatakan,  oeparsi ini, membutuhkan kerja sama tim, sehingga tidak bisa satu dokter yang hebat tapi harus ada kerja sama tim. "Ini sudah bagus. Itu suatu prinsip yang sangat penting," katanya.

PERJALANAN KEMBAR SIAM
Lahir di RS.Aisyah Ponorogo tgl 27 Feb 2013 jam 05.00, dengan operasi sesar, berat lahir 4800 gr Kehamilan ini telah didiagnosa kembar siam saat dalam kandungan
Dirawat oleh dr.Soedarmanto Sp.A
Koordinasi dengan tim KS RSUD.dr.Soetomo
Stabilisasi dan nutrisi
By.Fania – Fenia dijemput 5 Maret 2013 dengan ambulans 118 RSUD dr.Soetomo
Sesuai dengan Protap Kembar Siam


Dilakukan pemeriksaan : babygram, echocardiografi, USG
Diagnosis :
Fania : Atrial Septal Defect (ASD) sekundum sedang  (serambi jantung bocor) KU stabil
Fenia : Transposition of the great artery, PDA dan ASD KU tidak stabil.
16 Maret : Ny. Ratna Djoko Suyanto (Ketua Solidaritas Istri Menteri Kabinet Indonesia Bersatu berkunjung ke IRD)
Rapat setiap hari untuk upaya pemisahan dengan tujuan menyelamatkan Fania-Fenia
Hari/tgl: Selasa, 19 Maret 2013
Operasi emergency di lantai 6 GBPT (607-609)
Waktu Persiapan : 12.00-19.00
Jumlah tim: 50 dokter, 50 perawat
Tidak mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan yang lain

Operasi kembar siam Fania selesai Pk. 02.30 (luka operasi dapat ditutup primer dari jaringan kulitnya sendiri)
 Fenia Pk.03.30 (luka operasi luas karena ada kelainan bawaan omphalocele)
Pasca operasi: di isolasi ICU GBPT
Fenia:  meninggal dunia hari Minggu tgl.24 Maret 2013 Pk.11.30
Sebab meninggal dunia : gagal fungsi multi organ karena kelainan bawaan yg berat dan komplek
Jenazah disucikan di kamar jenazah
Dimasukkan ke dalam peti jenazah
Penyerahan Jenazah dari RSUD Dr. Soetomo kepada orang tua
Pulang diantar oleh ambulan RSUD Dr.Soetomo
Dimakamkan di pemakaman umum Ds.Nongkodono Ponorogo

Tgl 26 Maret 2013 Fania stabil  dipindahkan ruang kembar siam (Nakula Sadewa)
Minum ASI, formula dan vitamin
Evaluasi jantung tgl.17 April 2013: ASD mengecil dari 0.5mm à 0.38mm
Selama perawatan Fania terus membaik,  luka operasi kering, berat badan terus meningkat
TANGGAL 2 APRIL 2013Di ruang perawatan kembar siam IRNA ANAK  Ada 2 ruang perawatan kembar siam
Umur 2 bulan 16 hari.Keadaan umum sehat,.Berat badan 4600 g,
Diijinkan pulang, Pesan : Kontrol Teratur, Ibu ikut KB
Meski kepulangn tidak di barengi kembaran nya fenia karena meninggal putri pasangan Jemadi dan Endang ini mempunyai  kesan tersendiri karena istri Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur  Nina Soekarwo hadir dan menyerahkan bayi yang dirawat kurang lebih 25 hari di RSUD dr Soeotomo Surabaya tersebut kepada Orang Tua yang di dampingi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo.
"Fania pulang dalam keadaan sembuh,tetapi bagaimanapun juga fania masih mengalami kelainan jantung ASD nya masih terbuka 0,3 mm." jelas  dr Agus Hariyanto.Selasa (14/5).
 Lebih lanjut dikatakan "Pemantauan jarak jauh tetap akan di lakukan, juga akan berkoordinasi dengan Pemkab dan Rumah Sakit setempat,guna mempercepat penyembuhan Fania."
Terkait keberhasilan Operasi Kembar siam anaknya, Jemadi Ayah Fania,mengucapkan terima kasih atas perjuangan tim kembar siam RSUD dr Soeotomo, "Saya tidak bisa berkata apa-apa,hanya terima kasih yang bisa kami ucapkan,kedepan kami akan tetap melakukan pengontrolan Fania secara rutin." Jelasnya. ( Bambang HS). 


 




Posted By : Lensa Surabaya
News Source : Humas RSUD Dr. Soetomo Surabaya